Sedangkan beberapa Operator terbesar di Negara kita,sudah memulai menguji coba jaringan 5G ini,berarti masyarakat tinggal menunggu saja.Untuk penggunaan frekuensi rencananya,5G akan menggunakan kanal midle band yaitu 3.5Ghz (kominfo)
Dari penggunaan frekuensi 3.5 Ghz ini,kemungkinan para pengelola RT/RWnet kemungkinan akan dibuat was-was karena frekuensi ini berada ditengah-tengah sedang penggunaan frekuensi RT/RW net berada di frekuensi 2.4Ghz dan 5.8GHz,dimana kita tahu pengelola RT/RW net hanya menggunakan kanal gratisan dari Kominfo.
Nantinya jika terjadi Interferensi signal apakah para pengelola RT/RW net akan dihapuskan dari muka bumi alias penertiban frekuensi,semoga saja tidak kawan.
Dimana Interferensi signal wifi bisa terjadi bukan hanya tabarakan signal saja melainkan ada beberapa kategori Interferensi,bisa anda baca dibawah ini
Kategori Interferensi
- Interferensi antar jaringan satelit penyebab gangguan ini diakibatkan jarak antara satelit satu dengan yang lainnya.
- Interferensi jaringan Terrestrial penyebab gangguan ini disebabkan frekuensi kerja dari sistem sama.
- Interferensi Croos polarisasi penyebab gangguan ini disebabkan dari pengguna frekuensi yang sama dan power yang dipancarkan/Transmitter.
- Interferensi Co channel (antar kanal) penyebab gangguan ini disebabkan oleh frekuensi atau kedekatan jarak antar kedua frekuensi.
- Interferensi Retransmit penyebab gangguan ini disebabkan ketidak sempurnaan instalasi st.bumi/SNG yang bekerja pada frekuensi 52-88 Mhz sehingga frekuensi radio FM 88-108 Mhz akan masuk ke dalam sistem up link.
- Interferensi Intermodulasi antar Carrier penyebab gangguan ini disebabkan ketidak linearan dari power amplifier (HPA) bila digunakan untuk multi carrier.
Multi-carrier adalah teknik transmisi yang menggunakan banyak frequencyNah,menurut penulis Interferensi yang terjadi jika 5G sudah mengudara yang paling mungkin adalah tabarakan antar kanal,bayangkan direncanakan 5G akan memakai kanal frekuensi 3,5Ghz sedangkan RT/RW net memakai 2.4Ghz dan 5.8Ghz,ini diperparah jika ada teman RT/RW net yang memakai frekuensi setan yaitu complience Test akan lebih parah lagi.Bagi pengguna AP merk UBNT pasti tau jika settingan menggunakan compliance Test,frekuensi pilihan kita akan menjadi sangat banyak bahkan mencapai kanal frekuensi 4.9 ghz.
Solusi terbaik bagi dunia RT/RW net adalah tetap tenang dan jangan menggunakan kanal frekuensi terlarang seperti settingan compliance test,jika terjadi koneksi tidak stabil,ccq drop dan lainnya usahakan memperbaiki signal sebagus mungkin,dan jangan pernah menggunakan frekuensi haram.
Atau beralih menggunakan jaringan kabel/FO itu lebih aman walaupun kita dihadapkan tidak bisa menjangkau client yang jauh.Terimakasih
Sumber:https://www.antaranews.com/berita/841699/indonesia-tetapkan-frekuensi-5g-setelah-oktober-2019

