Sekampungwifian - Di artikel sebelumnya penulis pernah membahas,teknology apa yang akan hadir karena kemunculan Teknolgy 5G,dan itu saya kemukakan dalam sebuah pertanyaan,kita menunggu kehadirannya sebagai efek kemunculan Teknology 5G,Nah kemarin ternyata Goolgle menjawabnya di perhelatan Game Development Converence 2019 di Sanfrasisco ,Amerika Serikat yaitu Google memperkenalkan Game Cloud bernama Google Stadia.
Sebelum kita bahas apa Game tersebut,kita pahami dulu Cloud itu apa ?menyimpan dan mengakses data bahkan program yang tersimpan di server yang terhubung dengan Internet Itulah arti Cloud.Untuk memudahkan kita memahaminya bisa saya kasih layanan cloud,seperti Dropbox,Open Drive,Box,Skysync dimana dengan layanan tersebut kita bisa mengakses file darimana dan kapan saja tanpa harus membawa File atau program tersebut mungkin hampir sama dengan Flasdisk kawan.
Berarti game Cloud tidak membutuhkan sebuah perangakat tambahan atau console,seperti Playstation dan Xbox,karena Game ini mempunyai Server yang terhubung ke Internet yang dinamakan Game Stadia.Sebuah Game Online bisaanya memerlukan Internet yang stabil dan hardware seperti VGA yang mumpuni,Untuk Game stadia ini karena bukan game console maka tidak mensyaratkan hardware hanya saja membutuhkan koneksi Internet yang mempunyai kecepatan tinggi yaitu sekitar 20Mbps untuk mendapatkan resolusi 1080p dan frame rate 60 FPS.
Nah,inilah kenapa penulis menyebut Teknology game Stadia sebagai efek kemunculan Teknology 5G,karena game ini bisa berjalan maksimal jika menggunakan Internet yang mempunyai kecepatan tinggi seperti 4G dan 5G dimana kecepatan ke 2 teknology ini,untuk 4G mencapai 100Mbps dan untuk 5G digadang gadangkan dapat mencapai 1Gbps.Apakah benar Game Stadia adalah efek dari kemunculan Teknology 5G,itu hanyalah Tafsir SKW saja kawan,karena kemunculan Game ini sehabis Teknology 5G diperkenalkan.
Masuk ke Game Stadia kawan,dimana game ini juga mempunyai sebuah controller,kita menyebutnya Stick kalau di Playstation,Controller game stadia ini memakai teknologi wifi untuk terhubung dengan layanan stadia dan controller ini akan terhubung langsung dengan pusat data stadia,dari bocorannya Controller ini memiliki layanan Google Assistan dimana fungsinya sebagai pemandu kita untuk menyelesaikan sebuah Game.
Pertanyaan sudah siapkah para Gamers di Indonesia menunggu kehadirannya?Untuk para Gamers mungkin semua akan mengatakan SIAP,akan tetapi untuk teknologi Internet mungkin belum bisa memasyarakat,dimana kecepatan Internet minimal 20Mbps masih mahal,example untuk kecepatan 20Mbps dari Te*kom,kita membayar bulanan sekitar 300rbuan,dan itu masih terkena FUP dimana kecepatan hanya memperoleh 75% dari kecepatan maksimal.Mengapa penulis memberikan contoh koneksi dari Te*kom kok bukan dari ISP broadband,karena ke stabilan koneksi Internet dimana Game stadia disamping membutuhkan kecepatan juga membutuhkan koneksi Internet yang ping dan jitter harus stabil,sedangkan koneksi yang paling stabil adalah tetap menggunakan Kabel,dimana kita tahu Te*kom sekarang sudah standartisasi kabel Fiber Optik.
Dan untuk pelanggan RT/RW net kemungkinan belum dapat menikmati Game Stadia dan harus gigit jari,dimana banyak client RT/RW net rata rata hanya berlangganan 2 - 5Mbps untuk kegiatan browsing mereka,ditambah Koneksi yang rawan Interferensi.Akan tetapi dengan berjalanan waktu kemungkinan terobosan terbaru dari RT/RW net akan menemukan solusinya,kita tunggu gebrakan terbaru dari para pengelola RT/RW net seperti terobosan Modif antena Indoor menjadi Antena Outdoor.
Sambil menunggu kejelasan layanan game Cloud stadia,yang dimana mekanisme juga masih belum jelas,kita masih bisa berbenah diri menunggu ke hadirannya di Negara kita karena Game ini masih di perkenalkan Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan sebagian besar Eropa.

