Ketika pertama kali terjun kedunia bloger,semua bloger pasti mengalami dilema yaitu dengan gonta ganti template,hal itu wajar karena rasa penasaran seorang bloger,tujuannya sebenarnya cuma satu agar blog kita terlihat keren.
Bloger pemula biasanya mengesampingkan traffik,karena ketika itu bloger masih dimabuk dengan warna-warna template.
Bahkan penulis pernah memberi widge di dalam tampilan blog kolam ikan,dan jika di klik ikan itu bergerak menuju letak klik kita,coba apa maksudnya?
Penulis juga pernah memuat blog spam,yang isinya login media sosial abal-abal tertentu yang tujuannya adalah mengetahui user dan password.
Ya itulah proses belajar,pasti sering kali kesasar,akan tetapi jangan nyampek keblinger saja kawan,banyak para bloger yang terjebak ke dunia Hacker negatif setelah mempelajari dunia seperti ini.
Inilah Perjalan Seorang Bloger
- Membuat Blog----Otak atik template dan settingan----Nicheblog belum ketemu-----Tujuan blog tanpa arah-----Jarang Posting karena belum terbiasa menulis-----Blog ditinggalkan.
Nah, itulah perjalanan blogger pertama, kegagalan penulis, blogger ini tidak punya bahan untuk menulis, akhirnya blog macet / berhenti
- Membuat Blog-----Otak atik template dan settingan-----Spam-----hasil 0-----Blog ditinggalkan
Kedua tujuaannya sudah negatif,dari awal memang bukan seorang yang suka menulis jadi blognya juga stuck/mandek
- Membuat Blog-----Otak atik thema dan settingan-----Niche sudah ketemu-----Postingan rajin update-----Tanpa ilmu SEO-----Traffik macet-----Blog ditinggalkan
Bloger ini menurut saya sangat kasihan,sebenarnya dia rajin posting akan tetapi traffik mancet karena persaingan di search enggine google sangat tinggi,seperti penulis juga traffiknya macet,Kekurangan Ilmu SEO juga menjadi penyebabnya.
- Membuat Blog-----Otak atik template dan settingan-----Niche blog ketemu-----Thema blog sudah ketemu-----Rajin Update Postingan-----IlmuSEO-----Adsense/Jualan-----Hasil
Nah bloger kelima inilah seorang bloger yang sukses,menurut penulis rajin posting artikel adalah kunci seorang bloger sukses,dan pendampinya adalah Ilmu SEO.
Jadi seorang bloger diharuskan suka menulis,akan tetapi apa yang di tulis jika kita tidak mempunyai bahannya,akhirnya copy paste.
Jadi solusinya gimana?
Karena tidak ada bahan terus apa yang akan ditulis,jikalaupun ada apakah sudah diuji coba,jika belum akan menjadi artikel yang menyesatkan pembaca.Nah,disinilah diperlukan kedewasaan,
apakah seorang bloger harus dewasa?
Menurut saya iya tetapi bukan melarang anak anak kita membuat blog,disini saya hanya membuat opini saja kawan,karena nantinya tulisannya bisa dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat kawan.
Karena seseorang yang sudah dewasa biasanya sudah makan asam garam kehidupan,asam garam inilah yang akan menjadi bahan sebuah artikel.
Artikel akan hidup jika ditulis dari pengalaman dan jika ditulis dengan imajinasi adalah mengarang.Menulis artikel sangat mudah jika kita mempunyai bahan,dan bahan tersebut kita ambil dari pengalaman.
Untuk mempermudah membuat artikel kita bisa membuat kerangka dulu,dasarnya hampir sama dengan mengarang yang pernah kita pelajari di sekolahan dulu.
Isi Kerangka artikel
Pembuka
Masalah
Solusi
Kesimpulan
Penutup
Contoh kerangka sebuah Artikel
Internet adalah .... (Pembukaan)
Signal di pelosok desa sangat lemah.....(Masalah)
RT/RW net menjadi solusinya....(Solusi)
Jadi dengan menggunakan jaringan wifi yang dikelola RT/RW net masyarakat yang ingin menggunakan internet,tidak sulit lagi....(Kesimpulan)
Semoga pengelola RT/RW net mendapat suport dari Pemerintah agar Internet dapat di nik mati sampai pelosok desa.....(Penutup)
Pengembangan dan seni merangkai kata,bisa anda kembangkan sendiri kawan,setelah artikel jadi baru kita menuju Google trend dan Google Planer,atau sejenisnya pastinya pertanyaan sobat bloger adalah bukannya kebalik?
Tentu tidak sobat karena disini menganggap bahwa artikel nomor satu dan SEO adalah pendukung.
Untuk menulis artikel sangat berbeda dengan mengarang kawan,biasanya jika mengarang unsur Subyek,predikat,konsonan,Obyek,keterangan harus terpenuhi,akan tetapi menurut tafsir penulis,tidak wajib.
Karena yang saya lihat blog-blog milik para expert tidak menggunakannya dan traffiknya pun ribuan.
Apakah Google bot tidak mempertimbangkan penggunaan teori mengarang ya?
Dilihat dari artikel apa yang nangkring di nomor satu di search enggine menurut saya Google bot tidak mempertimbangkannya kawan.
Gaya bahasa dalam menulis artikel bersifat interaktif, penulis biasanya menggunakan bahasa yang ramah dan bersahabat.
Kesimpulan dari artikel ini adalah jangan terjebak di otak-atik template kawan,pilih dan lanjutkan ke artikel yang berkualitas dan bermanfaat bagi pembaca.
